Reses DPRD, Rudy Rafly Pastikan Aspirasi Masyarakat Pembangunan Diperjuangkan

INDEKSBEKASI.COM, KABUPATEN BEKASI – Anggota DPRD Kabupaten Bekasi, Rudy Rafly mengajak seluruh peserta reses untuk mendoakan korban kecelakaan kereta yang melibatkan KRL CommuterLine tujuan Cikarang dengan Kereta Argo Bromo Anggrek di Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi.

Ajakan itu disampaikan Rudy dalam kegiatan reses masa persidangan II Tahun Sidang 2026 di pelataran mushola PT Cholyfour Mitra Mandiri di Kampung Citarik, Desa Jatireja, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, Selasa (28/04) sore.

Kita doakan semoga para korban yang meninggal dunia mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Untuk para korban luka-luka agar segera pulih,” ujar Rudy Rafly di hadapan peserta reses.

Diketahui, pada Senin malam, 27 April 2026 sekitar pukul 20.52 WIB, terjadi kecelakaan antara KRL CommuterLine tujuan Cikarang dengan mobil taksi Green SM di perlintasan sebidang Ampera di dekat Stasiun Bekasi Timur.

Kondisi ini membuat KRL CommuterLine tujuan Cikarang lainnya tertahan di Stasiun Bekasi Timur. Tak lama kemudian, datang KA Argo Bromo Anggrek di jalur yang sama, sehingga KRL CommuterLine yang tertahan di Stasiun Bekasi Timur tertabrak pada gerbong paling belakang, yang merupakan gerbong khusus wanita.

Peristiwa ini menyebabkan 14 orang meninggal dunia dan 84 orang mengalami luka-luka. Korban yang terluka dirawat di delapan rumah sakit, sementara seluruh korban meninggal maupun luka-luka diketahui adalah perempuan.

Dalam kegiatan reses tersebut, pria yang saat ini mengemban amanah sebagai Ketua Komisi III sekaligus Anggota Badan Anggaran DPRD Kabupaten Bekasi tersebut menegaskan komitmennya dalam mendukung pembangunan infrastruktur dan peningkatan pelayanan masyarakat.

Rudi menjelaskan bahwa alokasi anggaran untuk pembangunan pada tahun 2026 telah ditetapkan sebesar Rp 1,1 triliun dari total APBD sebesar Rp7.7 triliun. Dana ini akan digunakan untuk berbagai proyek infrastruktur, termasuk perbaikan jalan, pembangunan rumah tidak layak huni (rutilahu), penerangan jalan umum (PJU), normalisasi sungai, hingga perbaikan irigasi untuk menganggulangi persoalan banjir.

“Di Komisi III, kami bermitra dengan beberapa dinas teknis. Tentunya kami bertugas untuk mengawasi dan memastikan program-program pembangunan yang telah dianggarakan di masing-masing perangkat daerah berjalan sesuai rencana dan memberikan dampak positif bagi masyarakat,” ujar Rudi Raffi.

Dalam kesempatan tersebut, Rudi juga mengajak masyarakat untuk aktif menyampaikan aspirasi dan masukan terkait permasalahan yang mereka temui baik secara langsung maupun secara tertulis. “Masukan dari masyarakat sangat penting sebagai bahan pertimbangan dalam merancang kebijakan pembangunan Kabupaten Bekasi ke depan,” tutup Rudi Rafly.

Kegiatan reses ini menjadi momentum bagi masyarakat untuk berdialog langsung dengan wakil mereka di legislatif sekaligus menunjukkan kepedulian terhadap tragedi kereta api yang baru saja terjadi di wilayah Bekasi. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *