Bapenda Kabupaten Bekasi Optimistis Target Pajak Daerah Tercapai Lewat Beragam Inovasi
INDEKSBEKASI.COM, KABUPATEN BEKASI – Bapenda Kabupaten Bekasi terus mengejar target pendapatan dari sektor pajak daerah tahun ini senilai total Rp3,68 triliun guna mengoptimalkan pembiayaan, pembangunan sekaligus untuk menstabilkan kondisi keuangan Kabupaten Bekasi.
Hal itu dikatakan Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bekasi Iwan Ridwan, kemarin (16/11).
“Selain memberikan pelayanan melalui aplikasi untuk memudahkan pembayaran pajak, kami juga menurunkan petugas pajak guna mengoptimalkan pencapaian target pajak daerah tahun ini,” katanya.
Dia menjelaskan realisasi penerimaan keuangan dari sektor pajak daerah hingga akhir kuartal ketiga tahun ini baru mencapai Rp2,74 triliun atau setara 74,5 persen dari target setahun yakni Rp3,68 triliun sehingga dibutuhkan kerja ekstra keras untuk memenuhi target dimaksud.
Ia mengaku beberapa jenis pajak yang ditarik pemerintah daerah baru mencapai separuh target hingga akhir kuartal ketiga tahun 2025 seperti pajak jasa perhotelan yang tercatat masuk ke kas daerah senilai Rp28 miliar dari total target Rp55 miliar.
Kondisi serupa dialami pajak jasa parkir yang baru mencapai Rp10 miliar dari target tahunan Rp19 miliar. Sementara pajak Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) terealisasi Rp676 miliar dari target Rp1,27 triliun.
Bapenda Kabupaten Bekasi pun terus memanfaatkan sisa waktu yang ada hingga penghujung tahun ini untuk memaksimalkan penerimaan daerah dari sektor pajak, terutama bagi jenis-jenis pajak yang belum tertarik secara maksimal.
“Kami bekerja lebih keras untuk mengejar target di sisa waktu yang ada. Kinerja petugas kami optimalkan untuk menjemput bola, menarik pajak guna mengejar ketertinggalan tersebut sehingga akhir tahun nanti target bisa tercapai, mudah-mudahan bisa melebihi target,” tandasnya.
Sementara itu Kepala Bidang Pengelolaan Pajak Daerah, Hendra Sugiarta mengatakan
Bapenda Kabupaten Bekasi terus mengejar target mulai sisa waktu yang ada sekarang itu dengan genjot tagihan pajak restoran, reklame, termasuk dari PBB tetap melakukan hingga turun lapangan.
“Pendataan terus apa yang kita temukan itu kita data, kita mutakhirkan bahkan sekarangpun kita melakukan pendataan izin aktual. Ada yang beberapa sudah kita tetapkan yang memang nilainya cukup signifikan sampai miliaran bahkan sudah bayar juga mereka, nah dari sisi restoran dan reklame tadi sudah kita ketahui bahwa pendataan yang kemarin sudah kita lakukan adalah hampir mencapai 500an lebih wajib pajak nah itu semoga bisa membantu kita dan kita tetap bergerak terus untuk bagaimana realisasi ini tetap kita kejar,” katanya.
Terang dia, bahwasanya terus melakukan pelayanan kelapangan dan juga melakukan imbauan kepada Wajib Pajak untuk menggenjot PAD hingga mencapai target, selain itu jika belum pembayaran kita lakukan teguran dan penurunan.
“Dengan turun kelapangan dan himbauan seperti itu bisa cukup efisien dan mudah mudahan bisa mencapai target yang ditentukan agar bisa membangun Kabupaten Bekasi,” tuturnya.
Bapenda Kabupaten Bekasi akan memberi penghargaan bagi para petugas koordinator kecamatan petugas kolektor desa dan kelurahan apabila bisa mencapai target pembayaran pajak.
“Bapenda juga melakukan pelayanan keliling ke masyarakat ditingkat UPT itu mereka setiap hari Sabtu atau Minggu itu diluar jam kerja ada yang namanya pelayanan keliling, sambungnya, jadi dari pelayanan keliling itu memang dicari waktunya itu hari libur sabtu atau minggu karena kalau hari kerjakan masyarakat biasanya sibuk dengan aktifitas nya masing-masing,” katanya.
Hendra mengajak masyarakat Kabupaten Bekasi khususnya wajib pajak agar taat membayar pajak. Karena dengan membayar pajak turut serta dalam pembangunan daerah serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan membantu program pemerintah dalam Kabupaten Bekasi Bangkit, Maju dan Sejahtera. (red)

