PJU Mati, Dewan Minta Segera Diperbaiki

INDEKSBEKASI.COM, BEKASI – Keluhan warga terkait lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) yang mati masih ditemukan di sejumlah wilayah Kabupaten Bekasi. Kondisi tersebut tidak hanya terjadi di kawasan perumahan, tetapi juga di sejumlah ruas jalan raya, salah satunya Jalan Raya Inspeksi Kalimalang.

Selain lampu yang cepat mati, kondisi sejumlah tiang PJU di sepanjang Jalan Raya Inspeksi Kalimalang juga menjadi sorotan. Tiang berbahan besi tersebut ditemukan dalam kondisi berkarat dan dikhawatirkan dapat membahayakan pengguna jalan apabila tidak segera ditangani.

Padahal, anggaran pembangunan PJU di Kabupaten Bekasi terbilang cukup besar. Pemkab Bekasi juga mengalokasikan anggaran untuk pemeliharaan dan perawatan PJU, termasuk pembayaran rekening listrik PJU yang mencapai miliaran rupiah setiap tahun.

Namun, besarnya anggaran tersebut dinilai belum sepenuhnya berbanding lurus dengan kondisi di lapangan. Lampu PJU yang mati masih mudah ditemukan sehingga persoalan tersebut terkesan menjadi masalah klasik yang belum kunjung tuntas.

Menanggapi kondisi tersebut, Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi dari Fraksi PKS Saeful Islam SH, MA meminta Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bekasi segera turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan dan pendataan terhadap PJU yang mengalami kerusakan.

Menurutnya, pemeriksaan tidak hanya dilakukan terhadap lampu, tetapi juga kondisi tiang PJU yang mulai mengalami korosi.

“Dinas cek apa perlu diganti atau apa. Karena kalau lama-lama dibiarkan rusak, khawatir juga membahayakan para pengguna jalan,” kata Saeful.

Ia juga mendorong penggunaan material yang lebih tahan terhadap korosi untuk pembangunan atau penggantian tiang PJU. Salah satunya dengan menggunakan besi galvanis (galvanized) yang dinilai memiliki daya tahan lebih baik.

“Harusnya jangan pakai besi biasa, yang antikarat, galvanized, sehingga bertahan lama,” terangnya.

Saeful mengakui penggunaan material galvanis membutuhkan biaya lebih besar dibandingkan material biasa. Namun, menurutnya, aspek efisiensi jangka panjang tetap perlu diperhitungkan.

“Memang menggunakan bahan galvanized secara biaya agak mahal. Tapi nanti bisa dipertimbangkan di Badan Anggaran (Banggar) untuk dibahas atau dikaji, berapa lama dan berapa efisiennya kalau tiang PJU menggunakan besi galvanized,” ujarnya.

Selain persoalan tiang, Saeful meminta lampu PJU yang mati di sejumlah titik segera diperbaiki. Beberapa lokasi yang menjadi perhatian di antaranya kawasan Jalan Layang, SGC, Pillar dan sejumlah ruas lainnya.

Perbaikan PJU, lanjut Saeful, bukan hanya berkaitan dengan kenyamanan pengguna jalan. Penerangan yang memadai juga penting untuk meningkatkan keamanan masyarakat, khususnya pada malam hari.

“Terkait lampu-lampu PJU yang mati perlu menjadi perhatian. Seperti di Jalan Layang, SGC, Pillar dan beberapa lokasi lainnya yang memang sudah banyak yang mati untuk segera diperbaiki demi keamanan dan kenyamanan masyarakat,” tegasnya.

Saeful meminta Dishub Kabupaten Bekasi tidak menunggu keluhan masyarakat semakin banyak. PJU yang mati harus segera ditangani agar ruas jalan kembali terang dan dapat mengurangi potensi kerawanan maupun tindak kejahatan.

“Tolong itu Dinas Perhubungan Kabupaten Bekasi, lampu-lampu yang mati segera diperbaiki. Ini untuk mengurangi kerawanan atau tindak kejahatan agar masyarakat merasa aman dan nyaman jalan di malam hari,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *