Pemkab Bekasi Perkuat Pendidikan Vokasi Berbasis Industri untuk Tingkatkan Daya Saing Tenaga Kerja Lokal
INDEKSBEKASI.COM, CIKARANG SELATAN – Pemerintah Kabupaten Bekasi terus memperkuat strategi pembangunan sumber daya manusia (SDM) melalui pengembangan pendidikan dan pelatihan vokasi yang selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menekan angka pengangguran sekaligus meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal di tengah pesatnya perkembangan kawasan industri.
Komitmen tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, usai menghadiri High Level Meeting (HLM) Lintas Kementerian bertajuk “Kolaborasi Strategis Sensus Ekonomi 2026, Fondasi Daya Saing Industri Masa Depan” yang diselenggarakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat di Nuanza Hotel & Convention, Cikarang Selatan.
Kegiatan tersebut dihadiri Menteri Ketenagakerjaan Prof. Yassierli, Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti, serta sejumlah kepala daerah dan pemangku kepentingan dari berbagai sektor.
Plt. Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja menyampaikan bahwa angka pengangguran di Kabupaten Bekasi yang masih berada pada kisaran delapan persen menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
“Kabupaten Bekasi masih memiliki angka pengangguran sekitar delapan persen. Karena itu, kita membutuhkan penguatan Balai Latihan Kerja (BLK) dan pendidikan vokasi yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan industri,” ujar Asep.
Menurutnya, sebagai salah satu kawasan industri terbesar di Asia Tenggara, Kabupaten Bekasi memiliki peluang besar dalam menyerap tenaga kerja lokal. Namun, peluang tersebut harus diimbangi dengan kesiapan kompetensi para pencari kerja agar sesuai dengan kebutuhan perusahaan yang terus berkembang.
“Kalau kita memberikan pelatihan, tetapi yang diajarkan tidak sesuai dengan kebutuhan perusahaan, tentu hasilnya tidak optimal. Karena itu yang harus dilakukan adalah menyelaraskan kebutuhan industri dengan materi pelatihan,” katanya.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Bekasi akan memperkuat sinergi antara Dinas Ketenagakerjaan dengan pengelola kawasan industri melalui pemetaan kebutuhan tenaga kerja secara berkala. Hasil pemetaan tersebut akan menjadi dasar penyusunan program pendidikan vokasi dan pelatihan kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan dunia usaha dan industri.
Asep juga mengungkapkan rencananya untuk mengundang sebelas kawasan industri di Kabupaten Bekasi guna membangun kesepahaman mengenai kebutuhan tenaga kerja di masing-masing perusahaan.
“Saya akan mengundang sebelas kawasan industri untuk duduk bersama. Kita ingin mengetahui secara rinci tenaga kerja seperti apa yang dibutuhkan perusahaan. Setelah itu baru kita siapkan melalui program vokasi dan pelatihan kerja,” tegasnya.
Ia menilai, penguatan keterhubungan antara dunia pendidikan, pelatihan, dan dunia industri akan mampu mengurangi kesenjangan kompetensi lulusan serta memperbesar peluang penyerapan tenaga kerja lokal.
“Anak-anak kita harus dipersiapkan sejak awal. Jangan ketika perusahaan membutuhkan tenaga kerja, kompetensinya justru tidak sesuai. Vokasi harus menjadi jembatan antara kebutuhan industri dengan kesiapan tenaga kerja lokal,” ujarnya.
Selain itu, Asep mengungkapkan bahwa dirinya telah berdiskusi langsung dengan Menteri Ketenagakerjaan terkait penguatan program vokasi di Kabupaten Bekasi. Mengingat posisi Kabupaten Bekasi sebagai salah satu pusat industri nasional, dukungan pemerintah pusat dinilai penting untuk memperluas akses pendidikan dan pelatihan kerja yang relevan dengan perkembangan teknologi serta kebutuhan industri manufaktur modern.
“Kami sudah mengusulkan kepada Pak Menteri agar penguatan vokasi di Kabupaten Bekasi menjadi perhatian. Bekasi memiliki perusahaan terbesar di Indonesia, sehingga perlu didukung dengan SDM yang benar-benar siap bekerja,” ungkapnya.
Menurutnya, keberadaan ribuan perusahaan di Kabupaten Bekasi harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya melalui peningkatan kesempatan kerja bagi tenaga kerja lokal yang memiliki kompetensi sesuai dengan kebutuhan industri.
“Kita ingin kerja sama antara pemerintah daerah dengan perusahaan semakin kuat. Apa yang dibutuhkan industri, itulah yang akan kita siapkan melalui pendidikan dan pelatihan. Dengan begitu masyarakat Kabupaten Bekasi memiliki kesempatan kerja yang lebih besar,” tuturnya.

